Selasa, 18 Oktober 2011

Sepak Bola Olah Raga yang Digemari

Sepak bola adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing beranggotakan sebelas orang. Olahraga ini sangat terkenal dan dimainkan di 200 negara. Permainan sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola kulit berukuran 27-28 inci.

Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan ke-3 sebelum Masehi di Cina. Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.


Tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, yaitu:
Sheffield Football Club

Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Di tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.




Faktanya sampai saat ini pun Sepak Bola tambah familiar di berbagai negara. Di Indonesia misalnya, masih ingatkah Anda bagaimana antusiasme masyarakat Indonesia ketika perhelatan Piala AFF Desember 2010 lalu? supporter dari Sabang sampai Merauke berbondong-bondong menuju Jakarta guna memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tiada lain niat mereka adalah mendukung sepenuh hati TIMNAS Indonesia sampai pertandingan Final. Meskipun hasil akhirnya adalah Timnas Indonesia berada pada posisi kedua setelah takluk melawan Malaysia.

Berbeda di Indonesia, di Eropa Sepak bola dijadikan ajang judi. Sebut saja SBOBET. SBOBET merupakan situs judi olahraga yang terpercaya di Eropa. Situs ini menawarkan taruhan untuk beragam jenis cabang olahraga di dunia. Inilah bukti-bukti begitu digemarinya olah raga sepak bola di seluruh penjuru dunia.

wikipedia

Sabtu, 15 Oktober 2011

Langkah-langkah Memajukan Koperasi Indonesia

1. Menerapkan sistem GCG
Koperasi perlu mencontoh implementasi good corporate governance(GCG) yang telah diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum perseroan. Implementasi GCG dalam beberapa hal dapat diimplementasikan pada koperasi. Untuk itu, regulator, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM perlu memperkenalkan secara maksimal suatu konsep good cooperative governance (disingkat juga dengan GCG) atau tatakelola koperasi yang baik.

2. Memperbaiki koperasi secara menyeluruh
Kementerian Koperasi dan UKM perlu menyiapkan blue print pengelolaan koperasi secara efektif. Blue print koperasi ini nantinya diharapkan akan menjadi panduan bagi seluruh koperasi Indonesia dalam menjalankan kegiatan operasinya secara profesional, efektif dan efisien. Selain itu diperlukan upaya serius untuk mendiseminasikan dan mensosialisasikan GCG koperasi dalam format gerakan nasional berkoperasi secara berkesinambungan kepada warga masyarakat, baik melalui media pendidikan, media massa, maupun media yang lainnya yang diharapkan akan semakin memajukan perkoperasian Indonesia.

3. Membenahi kondisi internal koperasi
Praktik-praktik operasional yang tidak tidak efisien, mengandung kelemahan perlu dibenahi. Dominasi pengurus yang berlebihan dan tidak sesuai dengan proporsinya perlu dibatasi dengan adanya peraturan yang menutup celah penyimpangan koperasi. Penyimpangan-penyimpangan yang rawan dilakukan adalah pemanfaatan kepentingan koperasi untuk kepentingan pribadi, penyimpangan pengelolaan dana, maupun praktik-praktik KKN.

4. Memberikan Pelatihan Karyawan
Dengan adanya pelatihan kemampuan terhadap karyawan koperasi tiap 3 bulan sekali, diharapkan sistem keuangan dan birokrasi internal di dalam koperasi dapat teratasi.

5. Menghimpun kekuatan ekonomi dan kekuatan politis
Kebijaksanaan ekonomi makro cenderung tetap memberikan kesempatan lebih luas kepada usaha skala besar. Paradigma yang masih digunakan hingga saat ini menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh usaha skala besar dengan asumsi bahwa usaha tersebut akan menciptakan efek menetes ke bawah. Namun yang dihasilkan bukanlah kesejahteraan rakyat banyak melainkan keserakahan yang melahirkan kesenjangan. Dalam pembangunan, pertumbuhan memang perlu, tetapi pencapaian pertumbuhan ini hendaknya diikuti dengan pemerataan yang berkeadilan.
Pada saat ini, belum tampak adanya reformasi di bidang ekonomi lebih-lebih disektor moneter, bahkan kecenderungan yang ada adalah membangun kembali usaha konglomerat yang hancur dengan cara mengkonsentrasikan asset pada permodalan melalui program rekapitalisasi perbankan.
Dalam menghadapi situasi seperti ini, alternatif terbaik bagi usaha kecil termasuk koperasi adalah menghimpun kekuatan sendiri baik kekuatan ekonomi maupun kekuatan politis untuk memperkuat posisi dalam penentuan kebijakan perekonomian nasional. Ini bukanlah kondisi yang mustahil diwujudkan, sebab usaha kecil termasuk koperasi jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh wilayah nusantara sehingga jika disatukan akan membentuk kekuatan yang cukup besar.
Dengan ini diharapkan dapat memajukan koperasi sebagai salah satu sektor perekonomian di Indonesia. Juga diharapkan koperasi dapat bersaing di perekonomian dunia

6. Menggunakan criteria identitas
Penggunaan prinsip identitas untuk mengidentifikasi koperasi adalah suatu hal yang agak baru, dengan demikian banyak koperasiwan yang belum mengenalnya dan masih saja berpaut pada pendekatan-pendekatan esensialis maupun hukum yang lebih dahulu, yang membuatnya sulit atau bahkan tidak mungkin untuk membedakan suatu koperasi dari unit-unit usaha lainnya seperti kemitraan, perusahaan saham atau di Indonesia dikenal dengan Perseroan Terbatas (PT). Dengan menggunakan kriteria identitas, kita akan mampu memadukan pandangan-pandangan baru dan perkembangan-perkembangan muktahir dalam teori perusahaan ke dalam ilmu koperasi.

7. Merubah kebijakan pelembagaan koperasi
Dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat kebijakan pelembagaan koperasi dilakukan degan pola penitipan, yaitu dengan menitipkan koperasi pada dua kekuatan ekonomi lainnya. Oleh sebab, sebaiknya kebijakan tersebut diubah agar koperasi dapat tumbuh secara normal layaknya sebuah organisasi ekonomi yang kreatif, mandiri, dan independen.

Jumat, 14 Oktober 2011

INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS


Pada perkembangan dunia globalisasi ini, kita sangat dituntut serba cepat dalam menyeselesaikan banyak pekerjaan atau masalah, terutama dalam hubungan dagang dan investasi di semua dan seluruh belahan di muka bumi. Dalam pasar investasi dampak globalisasi sangat terasa dan membuat pihak yang terlibat menyeragamkan bahasa dalam berinvestasi dengan bahasa pelaporan keuangan dan standar keuangan dan harus dapat diterima,dipahami oleh semua masyarakat global.


A. PENGERTIAN

IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan.

Tujuan IFRS adalah :memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang :

1. transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang peiode yang disajikan
2. menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS
3. dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna

Manfaat dari adanya suatu standard global:

1. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan berarti. Stadart pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi lokal

2. Investor dapat membuat keputusan yang lebih baik

3. Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan mengenai merger dan akuisisi

4. Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard dapat disebarkan dalam mengembangkan standard global yang berkualitas tertinggi.

International Financial Reporting Standards mencakup:

Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standards) (IFRS) adalah Standar dasar, Pengertian dan Kerangka Kerja yang diadaptasi oleh Badan Standar Akuntansi Internasional / International Accounting Standards Board (IASB)).

Sejumlah standar yang dibentuk sebagai bagian dari IFRS dikenal dengan nama terdahulu Internasional Accounting Standards (IAS). IAS dikeluarkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh Badan Komite Standar Akuntansi Internasional /Internasional Accounting Standards Committee (IASC)). Pada tanggal 1 April 2001, IASB baru mengambil alih tanggung jawab gunan menyusun Standar Akuntansi Internasional dari IASC. Selama pertemuan pertamanya, Badan baru ini mengadaptasi IAS dan SIC yang telah ada. IASB terus mengembangkan standar dan menamai standar-standar barunya dengan nama IFRS.

Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) – setelah tahun 2001.

Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) – sebelum tahun 2001.

B. SEJARAH PERKEMBANGAN IFRS

- Pada tahun 1970 Inggris, Kanada, US membentuk Accounting International Study Group (AISG)

- Pada tahun 1973 Organisasi professional akuntansi dr Belanda, Kanada, Australia, Meksiko, Jepang, Prancis dan Selandia Baru membentuk International Accounting Standard Committee (IASC) dan menghasilkan International Accounting Standard (IAS)

- Pada tahun 2000 IASC restrukturisasi kelembagaan dan dibentuk IASC Foundation (IASCF) yg membawahi International Accounting Standard Board (IASB) dan International Financial Reporting Intepretation Committee (IIFRIC). IASB mengeluarkan International Financial Reporting Standards (IFRS).

IAS dan IFRS adalah standar akuntansi dan pelaporan keuangan yang merupakan produk IASC dan IASB. IFRS adalah produk IASB versi baru dan IAS adalah produk IASC versi lama. Selain itu terdapat pula International Financial Reporting Intrepretation Committee (IFRIC) dan Standing Intrepretation Committee (SIC).

C. PERKEMBANGAN STANDARD AKUNTANSI DI INDONESIA

- Pada periode 1973 – 1984, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) yang membentuk prinsip prinsip Akuntansi Indonesia untuk menetapkan standar standar akuntansi yang dikenal PAI.

- Pada periode 1984 – 1994 PAI melakukan revisi PAI 1973 yang diganti dengan PAI 1984 ,revisi tersebut menghasilkan 35 pernyataan standard akuntansi keungan yang sebagian besar harmonis dengan IAS yang dikeluarkan oleh IASB.

- Pada periode 1994 – 2004 ada perubahan kiblat US GAAP ke IFRS.

- Pada periode 2004- 2008 merupakan konvergensi IFRS tahap 1, sejak tahun 1995 sampai 2010 buku standard akuntansi keuangan terus direvisi sebanyak 6kali sampai tahun 2008 jumlah IFRS yang diadopsi mencapai 10 standar dari 33 standar.


D. PERBEDAAN PSAK 50 (Revisi Tahun 2006) DENGAN IFRS 32

Perbedaan antara Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan(PSAK) No. 50 revisi 2006 dengan IFRS 32mengenai Instrumen Keuangan dan tentang penyajian kewajiban dan ekuitas menggunakan pendekatan studikomparatif untuk mengetahui apakah yang telah dilakukan Indonesia dalam usahanya menkonversi IFRS sebagai standar.

Dalam istilah akuntansi, kewajiban adalah utang yang harusdilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Kewajibanadalah kebalikan dari aktiva yang merupakan sesuatu yang dimiliki.

Contoh kewajiban adalahuang yang dipinjam dari pihak lain, giro atau cek yang belum dibayarkan, dan pajak penjualanyang belum dibayarkan ke negara.Kewajiban dimasukkan dalam laporan neraca dengan saldo normal kredit, dan biasanya dibagimenjadi dua kelompok, yaitu:

· 1. Kewajiban Lancar - kewajiban yang dapat diharapkan untuk dilunasi dalam jangka pendek (biasanya satu tahun). Biasanya terdiri dari hutang pembayaran (hutang dagang, gaji, pajak, dll) pendapatan ditangguhkan, bagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo tahun ini,obligasi jangka pendek (misalnya dari pembelian peralatan), dll.

· 2. Kewajiban Jangka Panjang - kewajiban yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun. Biasanya terdiri dari hutang jangka panjang, obligasi pensiun, dll.Sedangkan ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semuakewajiban.Dari perbandingan yang kami lakukan antara PSAK 50 dengan IFRS 32 tidak terdapat terlalubanyak perbedaan. Pada PSAK 50 paragraf 12 hanya menggambarkan dua kondisi instrumenekuitas, yaitu :Ketika penerbit menerapkan definisi dalam paragraf 7 untuk menentukan apakah instrumenkeuangan merupakan instrumen ekuitas dan bukan kewajiban keuangan maka instrumen tersebutmerupakan instrumen ekuitas jika, dan hanya jika, kedua kondisi (a) dan (b) berikut terpenuhi :

a. Instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual :

- Untuk menyerahkan kas atau asset keuangan lain kepada entitas lain; atau

- Untuk mempertukarkan asset keuangan atau kewajiban keuangan dengan entitas lain dengankondisi yang berpotensi tidak menguntungkan penerbit;

b. Jika instrumen tersebut akan atau mungkin di selesaikan dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas, instrumen tersebut merupakan :

- Non-derivatif yang tidak memiliki kewajiban kontraktual bagi penerbitnya untuk menyerahkansuatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas; atau

- Derivatif yang akan diselesaikan hanya dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau asset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. Untuk tujuan ini, instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut tidak termasuk instrumen yangmerupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkanentitas tersebut di masa depan. Kewajiban kontraktual, termasuk kewajiban yang berasal dari instrumen keuangan derivative, yang akan atau dapat menyebabkan adanya penerimaan atau penyerahan instrumen ekuitas milik penerbit di masa depan, namun tidak memenuhi kondisi (a) dan (b) diatas, bukan merupakan instrumen ekuitas. Namun pada IFRS 32 paragraf 16 instrumen ekuitas digambarkan dalam 6 poin penjabaran yanglebih rinci. Sedangkan pada paragraf yang lain tidak ditemukan perbedaan.

E. SIMPULAN

Kita mengerti kemajuan teknologi dapat mempengaruhi perkembangan lingkungan system pelaporan keuangan yang lebih efektif ,tepat waktu, transparan dan relevan, dan memudahkan Investor untuk mengebangkan investasinya di seluruh belahan dunia tanpa terpisahkan oleh jarak pulau ataupun batasan Negara, dan Analyst, karyawan, customer, supplier bahkan Institusi Pemerintahan juga mudah untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.